Rabu, 23 November 2016

Aspek sosial budaya pakaian


Pakaian yakni kain garmen & benang yang digunakan untuk pelindung tubuh. Sandang merupakan kebutuhan primer orang-orang sebagaimana makan atau daerah berlindung (rumah|gubuk). Orang-orang membutuhkan Busana sebagai penutup. Akan tetapi seiring dengan perkembaangan peradaban manusia, Busana pun digunakan untuk simbol jabatan, status, ataupun tahta dia yang memakainya. Pergantian dari sebagaian jenis Pakaian tergantung oleh rutinitas, adat, dan budaya yang memiliki keunikan masing-masing. Busana pun menambah ketenangan selama kegiatan beresiko semisal memasak dan hiking, dengan menciptakan pelindung untuk kulit dari lingkungan eksternal. Pakaian pun memberikan pelindung higienis, mencegah badan dari zat toksik dan mengurangi penyebaran bakteri.

A. Fungsi Pakaian

Salah satu manfaat paling penting dari Pakaian adalah untuk menciptakan perlindungan untuk pemakainya. Busana pun memberikan penutup dari sinar matahari yang panas dan banyak manfaat yang lain. Sedangkan dalam lingkungan dingin kaos mampu memberikan rasa hangat dan meminimalisir suhu dingin. kaos dakwah.

Sandang menciptakan penutup tubuh dari yang tak terlihat. Sandang bermanfaat untuk melindungi dari hal-hal yang menyebabkan gangguan, termasuk di dalamnya semisal salju, hujan dan angin dan kondisi iklim yang lain, serta dari cahaya matahari.

Busana pun mengurangi peluang risiko selama kegiatan, semisal berolahraga atau bekerja. Sandang kadang-kadang difungsikan untuk perlindungan dari ancaman lingkungan khusus, semisal bahan kimia beresiko, serangga, senjata, serta berhubungan dengan zat merusak.

B) Pandangan Budaya
1. Beda Jenis Kelamin

Pada kebanyakan budaya, perbedaan Pakaian pada kedua jenis kelamin dipikir pad bagi pria dan wanita. Perbedaa pada gaya, kain, dan warna.

Kalau masyarakat Barat, gaun, rok, dan alas kaki hak tinggi sering diannga sebagai Busana wanita, dan dasi biasanya dinilai sebagai Pakaian lelaki. Celana pada awalnya dinilai sebagai Sandang khusus pria, tetapi saat ini digunakan sama kedua tipe kelamin. Busana lelaki umunya lebih simple daripada Busana wanita, tetapi Pakaian perempuan umumnya lebih variatif pada hal ragam dibanding Pakaian lelaki. Kaos pun pada awalnya adalah busana pria. Lelaki banyak diperbolehkan untuk bertelanjang dada di berbagai tempat publik, semisal dalam kolam renang.

Di beberapa budaya, hukum menentukan apa saja yang wanita dan pria harus kenakan. Agamis Islam memerlukan wanita agar memakai jenis yang lebih sederhana dari baju pada kebanyakan, semisal jilbab. Apa yang memenuhi nilai sederhana sesungguhnya tak sama, namun, perempuan biasanya membutuhkan pelindung tubuh yang lebih luas.

Dibandingan terhadap Busana lelaki, Busana perempuan lebih atraktif, sering bertujuan untuk memperlihatkan kepada pria. Pada negara industrial modern, wanita lebih sering memakai make up, perhiasan, serta Pakaian warna warni, sedangkan di tempat tradisional adatnya wanita dihindari dari perhatian lelaki dengan Sandang simpel.

Tidak cuma itu saat ini distro pun mempunyai beragam fungsi. Teradapat cukup banyak sekali tshirt yang dimanfaatkan untuk menyatakan nilai tertentu, baik baik, netral, atau negatif.

2) Kedudukan dalam masyarakat

Pada sebagian masyarakat, Sandang dapat digunakan sebagai simbol atas status atau kedudukan. Pada Romawi kuno, hanya sebagian senator yang diperbolehkan untuk menggunakan Pakaian yang diwarnai dengan warna violet Tyrian. Di Tiongkok, awal pendirian republik, hanya kaisar bisa memakai Pakaian warna kuning. Saat ini kedudukan sosial tidak lagi diperlihatkan dengan kepunyaan barang elegan atau langka.

3. Agamis

Pakaian Agamis bisa dinilai sebagai Busana khusus. Sandang Religi terkadang dipakai hanya selama acara keagamaan. Namun, bisa juga dimanfaatkan keseharian sebagai pernyataan status Agamis khusus.

Begitulah selayang informasi tentang betapa Busana dapat begitu mempengaruhi kebudayaan manusia.

Senin, 21 November 2016

Cuka Apel Superfood Untuk Menunjang Segala Aktivitasmu

Masih banyak yang belum begitu mengetahui tentang cuka buah apel. Walaupun cuka sari apel ini telah populer di kalangan penggiat herbal. Meskipun begitu, dikarenakan manfaatnya, cuka sari apel ini baik untuk diketahui oleh siapa saja, tidak hanya penggiat herbal.

Cuka sari apel sendiri secara sederhana merupakan apel yang dihancurkan, baik dengan cara dipotong, ditumbuk, ataupun diblender. Lalu, apel yang telah hancur itu bersama dengan sarinya difermentasikan. Hasil fermentasi tersebutlah yang lalu dinamai cuka buah apel.

Cuka sari apel kini bisa diperoleh melalui produsen dan distributor cuka buah apel. Terdapat berbagai macam jenis dan merek cuka sari apel. Berikut ini kami akan bahas harga berbagai macam dari cuka sari apel.



Asal Usul Cuka buah apel

Cuka sendiri memiliki catatan dalam prasejarah yang lumayan lama. Cuka sejak digunakan oleh masyarakat Babilonia yaitu sejak lima ribu sebelum masehi. Mereka menggunakan cuka kurma untuk makanan dan pengawet makanan.
Lalu di masa Mesir Kuno bekas cuka ditemukan dalam kendi mereka. Hal itu ditemukan kurang lebih tiga ribu sebelum masehi.

Kemudian untuk record tertulis pertama, tercatat pemakaian cuka dari Cina yaitu di tahun seribu dua ratus sebelum masehi.

Cuka apel sendiri, pada masa Yunani Kuno 400 SM, pernah disarankan dari Bapak dari Pengobatan, Hippocrates. Dia menyarankan agar mengkonsumsi cuka apel yang dicampur dengan gula untuk mengobati berbagai macam penyakit, termasuk batuk dan demam.

Isi Cuka Apel

Menurut Situs Webmd.com, di bawah ini adalah beberapa isi yang terdapat di cuka sari apel:

Cuka sari apel merupakan cairan fermentasi berasal dari apel yang dihancurkan. Sebagaimana halnya jus apel, cuka apel kemungkinan mengandung beberapa pectin; vitamins B2, B1, dan B6; asam folat; biotin; niacin; asam pantotenat; dan vitamin C. Cuka apel juga mempunyai beberapa mineral fosfor, sodium, potassium, kalsium, zat besi, and magnesium. Cuka buah apel pun dapat mengandung asam asetat dan asam sitrun dalam jumlah yang signifikan. Kedua asam inilah yang menjadi sumber khasiat utama dari cuka apel.

Kurang lebih sebagimana itulah kandungan cuka buah apel dari jual cuka sari apel kebanyakan sekarang.

Harga Pasaran Cuka Buah Apel

Cuka buah apel mempunyai beragam macam, jenis, dan merek. Jadi cuka apel seperti apa memiliki banyak rupa. Tentu kita mau cuka apel yang alami dan asli. Dikarenakan cuka sari apel seperti itulah jenis cuka buah apel yang terbaik.

Cuka apel pun mempunyai banyak brand. Beberapa yang populer di antaranya ada cuka apel bragg, cuka apel heinz, manfaat cuka apel tahesta, dan cuka apel biofresh. Setiap merek tersebut memiliki spesifikasi yang berbeda-beda.

Yang cuka apel yang lokal juga ada bermacam-macam. Terdapat cuka sari apel dengan harga cuka sari apel kusuma, la tamba, ragasari, tahesta dan sano. Di samping itu ada juga cuka buah apel dengan harga cuka buah apel heinz, biofresh, dan lain-lain.

Kira-kira Harga Cuka apel
Berbagai Merek: 70-- 150 ribu

Selain apotek, toko-toko minimarket juga perlu direkomendasikan agar

menyebarkannya. Toko-toko semisal alfamart ataupun yang lebih semisal seperti hypermart, merupakan tempat jual yang lumayan pas. Tentunya, sebagai mana biasanya, harga cuka buah apel di Alfamart ataupun di hypermart bisa lebih mahal dengan harga distro langsung dari supplier.

Kira-kira Harga Cuka sari apel di Toko: 70-- 150 ribu

Cara Meminum Cuka apel

Cuka buah apel dapat diminum langsung dengan sendok makan atau dapat juga dicampur dengan air. Untuk tujuan penyembuhan penyakit tertentu umunya cuka sari apel dicampur dengan obat herbal lain seperti madu, bawang putih, dll. Selanjutnya akan kita elaborasi ramuan terkait dengan cuka buah apel dan berbagai gangguan yang dapat disembuhkannya.

Sejarah Kaos di Nusantara

Awal mula Tees

Tshirt atau kaos oblong jadi terkenal ketika dikenakan oleh Marlon Brando di tahun 1947, yaitu saat ia bermain peran tokoh Stanley Kowalsky di teater pentas dengan lakon A Street Named Desire. Pada saat itu pengunjung terpaku dan kagum. Meski, terdapat juga audiens yang mengkomplain, dan membuat asumsi kalau pengenaan kaos oblong itu merupakan kurang ajar. Tidak dipungkiri, muncullah masalah sepuar tees.

Inti permasalahannya yaitu, sebagian masyarakat menganggap penggunaan kaos oblong untuk pakaian ini tak etis. Akan tetapi di kelompok yang lain, khususnya anak gaul, telah ditimpa demam tshirt, dan juga berasumsi tshirt sebagai bentuk kemerdekaan anak gaul.

Masalah itu jadinya meningkatkan popularitas serta publisitas tees dalam dunia fashion. Mengakibatkan juga, sebagian perusahaan konveksi mulai terinspirasi berkecimpung, meskipun awal mulanya mereka menyangsikan prospek usaha tees.

Sedikit demi sedikit tetapi yakin, tees berubah menjadi baju sehari-hari dan jadi baju pakaian. Di tengah th. 50an, tshirt sudah berubah menjadi bagian dari dunia gaya. Tetapi mulai pada th. 60an ketika segolongan anak muda gaul mulai populer di dunia, menjadikan tshirt menjadi simbol anti kemapanan.

Banyak kelompok semisal komunitas punk, anak gaul, atau organisasi politik, yang tahu bahwasannya tees mampu menjadi medium persuasi yang mempunyai kekuatan. Kalimat apa saja mampu tercetak diatas kaos oblong, tahan lama, ditambah penyebarluasannya cukup portable.

Siapa saja walau itu konsumen, yang memiliki bisnis, manajeman band, dan sapa saja, mampu secara gampang memperlihatkan siapakah diri Anda cuma dengan memakai kaos oblong dengan design tipografi atau kombinasi bagian design lain.

Berjamurnya kaos serta distro di komunitas usaha modern membawa efek kemajuan dalam dunia desain. Bermacam-macam karya design yang diimplementasikan dalam medium kaos oblong mewarnai kehidupan, bukan cuma bentukan grafi namun photo, karya desain yang dulu tak mungkinkan untuk bisa memakai media kaos, waktu ini semua jadi mungkin saja.

Dalam Nusantara, kabarnya, masuknya tshirt karena dibawa oleh sebagian penduduk Belanda. Tetapi saat itu perkembangannya tak begitu cepat, sebab tees memiliki nilai gengsi tingkat tinggi, ditambah di Indonesia mesin pemintalannya masih belum setara. Menyebabkan tshirt jadi barang mahal.

Tees Distro pada Nusantara

Namun, kaos baru muncul perubahan signifikan serta merambah ke seluruh pelosok desa sekitaran permulaan th. 1970. waktu itu wujudnya masihlah biasa. Memiliki warna putih, bahan baku katun tipis halus, melekat ketat pada badan dan hanya untuk mereka yan pria. Sebagian merek yang populer saat itu yaitu 77 dan Swan. Terdapat pula merek Cabe Rawit, Kembang Manggis, dan sebagainya. Trend tees direkam oleh Seniman Kartun Sudarta GM melalui karakter Om Pasikom bersama keponakannya yang judul "Generasi Kaos Oblong".

Tahun 1980 - dunia kaos oblong dikelilingi oleh industri kreatif. Terlihat sebagian brand populer semisal Kaos JOGER di Bali, Kaos DAGADU di Yogyakarta, serta Kaos C59 di Kota Bandung. kaos oblong ini terkenal dengan designnya yang unik, kreatif, serta menarik.



Th. 1990 yakni tahun di mana dunia tshirt Nusantara di ramaikan orang-orang kreatif yang menjual tees dengan desain sendiri dan menghasilkan mandiri, dan jual di toko sendiri. Istilah mereka adalah Clothing Distro. Dimana distro sendiri merupakan kependekan daripada Distribution Outlet yang bermakna outlet yang menyebarkan dan menyediakan beberapa barang unique, di mana kaos dakwah merupakan salah satunya.

Yang mana distro, singkatan dari distribution outlet atau distribution store, merupakan warung di Indonesia yang menyediakan baju dan aksesories yang dititipkan oleh pembuat pakaian, atau dibuat mandiri. Selain itu distro biasanya adalah industri kecil serta menengah (IKM) dengan merk sendiri yang dimunculkan sama sebagian pemuda. Product yang diciptakan oleh distro diusahakan bukan untuk dibuat dengan cara massal, agar memelihara nilai eksklusif 1 produk dan hasil kerajinan.